NAMA : FITRIA KURNIAWATI
KELAS : 4 KA 17
NPM :10108836
TUGAS : KE-2 IT FORENSIK
IT FORENSIK
Menurut
Wikipedia, IT forensic atau forensic computer atau forensic digital adalah
cabang forensic, TI forensic berkaitan dengan penyelidikan insiden yang mencurigakan
yang melibatkan IT sistem dan penentuan fakta-fakta dan pelaku akuisisi,
analisis, dan evaluasi jejak digital dalam sistem computer.
Secara umum IT
forensic adalah ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti
pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang
digunakan (misalnya metode sebab-akibat). IT forensic bertujuan untuk
mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden / pelanggaran keamanan
sistem informasi. Fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi
bukti-bukti envidence yang akan digunakan dalam proses hukum.
Tools atau
perangkat forensic adalah perangkat lunak yang dibuat untuk mengakses data.
Perangkat ini digunakan untuk mencari berbagai informasi dalam hard drive,
serta menjebol password dengan memecahkan enkripsi. Yang digunakan pada IT
forensic dibedakan menjadi 2 yaitu hardware dan software. Dilihat dari sisi
hardware, spsifikasi yang digunakan harus mempunyai kapasitas yang mumpuni
seperti :
• Hardisk atau storage yang mempunya kapasitas penyimpanan yang besar,
• memory RAM antara (1-2 GB),
• hub.sitch atau LAN, serta
• Laptop khusus untuk forensic
workstations. Jika dilihat dari sisi software yang digunakan harus khusus dan
memiliki kemampuan yang memadai untuk melakukan IT forensic seperti :
• Write-Blocking Tools untuk
memproses bukti-bukti
• Text Search Utilities
(dtsearch) berfungsi sebagai alat untuk mencari koleksi dokumen yang besar.
• Hash Utility ( MD5sum)
berfungsi untuk menghitung dan memverifikasi 128-bit md5 hash, untuk sidik jari
file digital.
• Forensic Acqusition tools
(encase) digunakan oleh banyak penegak hokum untuk investigasi criminal,
investigasi jaringan, data kepatuhan, dan penemuan elektronik.
• Spy Anytime PC Spy digunakan
untuk memonitoring berbagai aktifitas computer, seperti : seperti: website
logs,keystroke logs, application logs, dan screenshot logs.
Ada 4 tahap dalam Komputer Forensik menurut Majalah CHIP:
1. Pengumpulan data.
Pengumpulan data bertujuan untuk meng identifikasi
berbagai sumber daya yang dianggap penting dan bagaimana semua data dapat
terhimpun dengan baik.
2. Pengujian,
Pengujian mencakup proses penilaian dan
meng-ekstrak berbagai informasi yang relevan dari semua data yang dikumpulkan.
Tahap ini juga mencakup bypassing proses atau meminimalisasi berbagai feature
sistem operasi dan aplikasi yang dapat menghilangkan data, seperti kompresi,
enkripsi, dan akses mekanisme kontrol. Cakupan lainnya adalah meng alokasi
file, mengekstrak file, pemeriksanan meta data, dan lain sebagainya.
3. Analisis
Analisis dapat dilakukan dengan
menggunakan pendekatan sejumlah metode. Untuk memberikan kesimpulan yang
berkualitas harus didasarkan pada ketersediaan sejumlah data atau bahkan
sebaliknya, dengan menyimpulkan bahwa “tidak ada kesimpulan”. Hal tersebut sangat
dimungkinan kan. Tugas analisis ini mencakup berbagai kegia tan, seperti
identifikasi user atau orang di luar pengguna yang terlibat secara tidak
langsung, lokasi, perangkat, kejadiaan, dan mempertimbangkan bagaimana semua
komponen tersebut saling terhubung hingga mendapat kesimpulan akhir.
4. Dokumentasi dan laporan
Mengingat semakin banyak kasus-kasus yang
terindikasi sebagai cybercrime, maka selain aspek hukum maka secara teknis juga
perlu disiapkan berbagai upaya preventif terhadap penangulangan kasus
cybercrime. Komputer forensik, sebagai sebuah bidang ilmu baru kiranya dapat
dijadikan sebagai dukungan dari aspek ilmiah dan teknis dalam penanganan
kasus-kasus cybercrime.
Kedepan profesi sebagai investigator komputer
forensik adalah sebuah profesi baru yang sangat dibutuhkan untuk mendukung
implementasi hukum pada penanganan cybercrime. Berbagai produk hukum yang
disiapkan untuk mengantisipasi aktivitas kejahatan berbantuan komputer tidak
akan dapat berjalan kecuali didukung pula dengan komponen hukum yang lain.
Dalam hal ini computer forensik memiliki peran yang sangat penting sebagai
bagian dari upaya penyiapan bukti-bukti digital di persidangan.
Kesimpulan yang saya ambil dari artikel
diatas yaitu IT forensic adalah ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta
dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut
metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat). IT forensic juga
mempunyai tujuan untuk mendapatkan fakta-fakta obyektif dari sebuah insiden /
pelanggaran keamanan sistem informasi. Tools atau perangkat forensic adalah
perangkat lunak yang dibuat untuk mengakses data. Perangkat ini digunakan untuk
mencari berbagai informasi dalam hard drive, serta menjebol password dengan
memecahkan enkripsi.

0 komentar:
Posting Komentar