Organisasi.
Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Organisasi dapat dirumuskan sebagai suatu kerjasama berdasarkan suatu pembagian kerja yang tetap. Hidup berkelompok pada umumnya membutuhkan suatu perkumpulan atau organisasi. Didalam UUD'45 pasal 28, berorganisasi disebutkan dengan istilah berserikat, sedangkan apabila kerjasamanya tidak permanent disebut berkumpul.
Berdasarkan undang-undang yang berlaku, kehidupan berkelompok dalam organisasi negara dibagi dalam dua macam, yaitu:
1. Organisasi kehidupan sosial politik
2. Organisasi kemasyarakatan sebagai penyalur aspirasi kehidupan
berkelompok yang dirinci atas:
a.Sebidang, contoh organisasi profesi
b.Sefungsi, contoh organisasi kewanitaan
c.Seagama, contoh organisasi keagamaan
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi
(organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis). Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain,
dan ada pula yang berbeda.
Fungsi Organisasi sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi, karier, wawasan, perlindungan, kesejahteraan, pengabdian kepada masyarakat, Pada dasarnya organisasi-organisasi selalu memiliki unsur-unsur :
• Personil atau anggota yang menggabungkan diri kedalam ikatan formal.
• Visi, yaitu pandangan atau citra para anggota mengenai keadaan organisasinya di masa depan dan tujuan, yaiut apa yang mau dicapainya yang sesuai dengan visinya tadi.
• Misi organisasi, atau tugas besar yang harus diemban oleh organisasi dan tugas atau fungsi yang dibagikan kepada anggota untuk dilaksanakan.
• Wewenang, yang merupakan legitimasi hak bertindak tiap orang dalam melaksanakan tugas.
• Struktur, yang menunjukkan kedudukan tiap orang didalam kelompoknya.
• Hubungan-hubungan, yang menjadi dasar kerjasama antar anggota.
• Formalitas, yaitu aturan tretulis yang mengatur semua unsur agar menjadi resmi, sehingga organisasi menjadi formal.
• Sumber energi, yang mendukung gerak kelompok atau organisasi, sehingga organisasi selalu dinamis. Tak ada organisasi yang statis, kecuali bagian strukturnya yang ditempel didinding kantor.
• Proses kegiatan organisasi yang dilakukan oleh semua orang untuk mencapai tujuan (administrasi). Di dalam administrasi inilah adanya proses khusus yang disebut manajemen.
Antar- antar unsur-unsur ini ada saling kaitan dan saling berinteraksi, dalam arti saling mempengaruhi dan saling bergantung sehingga juga saling menentukan agar secara keseluruhan organisasi berfungsi mencapai tujuannya secara efisien.
Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu, tingkat kelompok, serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi). Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang Sumber daya manusia dan psikologi industri serta perilaku organisasi.
Studi organisasi adalah telaah tentang pribadi dan dinamika kelompok dan konteks organisasi, serta sifat organisasi itu sendiri. Setiap kali orang berinteraksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut bermain. Studi organisasi berusaha untuk memahami dan menyusun model-model dari faktor-faktor ini.
Seperti halnya dengan semua ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk mengontrol, memprediksikan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Karena itu, perilaku organisasi (dan studi yang berdekatan dengannya, yaitu psikologi industri) kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, Perilaku Organisasi dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan keberhasilan kerja.
Organisasi Kemahasiswaan.
1. Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)
Merupakan lembaga legislatif kemahasiswaan tertinggi di tingkat Universitas. Anggota MPM dipilih langsung oleh mahasiswa, seperti halnya dengan ketua BEM. Anggota MPM dipilih oleh fakultasnya masing-masing sehingga MPM menjadi representatif dari seluruh mahasiswa. Salah satu tugasnya adalah mengawasi dan menilai kinerja dari Badan Eksekutif Mahasiswa.
2. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
BEM merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas eksekutif. Karena organisasi ini berada di tingkat universitas maka para anggotanya berasal dari fakultas yang berbeda-beda, yang biasanya dilakukan perekrutan anggota setelah ketua BEM terpilih. Bagi Anda yang ingin menjadi salah satu anggota organisasi ini, Anda harus menunggu satu tahun karena perekrutan anggota dilakukan jauh sebelum mahasiswa baru.
Organisasi Kemahasiswaan Tingkat Fakultas:
1. Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM)
BPM adalah lembaga kemahasiswaan yang memiliki fungsi sebagai lembaga perwakilan bagi mahasiswa. Dalam struktur lembaga kemahasiswaan, BPM memiliki kedudukan di atas Senat Mahasiswa dan berfungsi sebagai lembaga legislatif.
2. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF)
Adalah lembaga kemahasiswaan yang bertindak sebagai lembaga eksekutif tertinggi di fakultas. Secara fungsional, Senat Mahasiswa Fakultas umumnya berada dibawah BPM.
3. Himpunan Mahasiswa Departemen
HMD ada di beberapa fakultas. Fungsinya sebagai wadah organisasi departemen untuk pengembangan segi akademik, intelektualitas, dan profesionalisme dari mahasiswa departemen yang bersangkutan. Kedudukannya dalam lembaga kemahasiswaan di fakultas biasanya bersifat koordinatif.
...:: SeLamaT daTang di bLog MpiT ::... Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino
